Lompat ke isi

Study in Saudi

Kuliah di Arab Saudi

Beasiswa penuh S1–S3 ke universitas negeri Arab Saudi, mendaftar lewat satu portal resmi. Persyaratan, jadwal, dan langkahnya ada di bawah.

Apa itu Study in Saudi

Beasiswa ke Arab Saudi kini terpusat dalam satu sistem resmi bernama Study in Saudi, dikelola langsung oleh Kementerian Pendidikan Kerajaan Arab Saudi. Pendaftar dari seluruh dunia — termasuk Indonesia — mendaftar ke ratusan jurusan di universitas negeri Arab Saudi melalui satu pintu. Pada siklus 2026, pendaftar dapat mengajukan hingga 25 jurusan dari kampus mana pun: jumlah kampusnya tidak dibatasi, dan dua jenjang berbeda boleh diajukan sekaligus.

Program ini terbuka untuk jenjang S1, S2, dan S3, bagi pendaftar laki-laki maupun perempuan. Beasiswa bersifat fully funded: biaya kuliah 100%, tunjangan bulanan, akomodasi, tiket pesawat, dan asuransi kesehatan. Sebagian kampus juga menyediakan fasilitas makan. Mayoritas pendaftar S1 tidak diwajibkan fasih berbahasa Arab saat mendaftar, karena beberapa kampus menyediakan kelas persiapan bahasa pada tahun pertama.

Syarat pendaftaran

  • Bersedia menaati seluruh peraturan yang berlaku di lembaga pendidikan Arab Saudi.
  • Usia minimal 17 tahun. Batas maksimal: 25 tahun untuk S1/persiapan bahasa, 30 tahun untuk S2, 35 tahun untuk S3.
  • Belum pernah menerima beasiswa dari lembaga pendidikan Arab Saudi pada jenjang yang sama, yang menjadi sebab diperolehnya visa pelajar.
  • Sehat jasmani dan rohani.
  • Tidak pernah dikeluarkan (drop out) dari lembaga pendidikan Arab Saudi sebelumnya.
  • Khusus S2 dan S3: sudah fasih berbahasa Arab atau Inggris, karena universitas tidak menyediakan program persiapan bahasa untuk jenjang tersebut.

Dokumen yang diperlukan

Daftar ini disusun PPMI berdasarkan pendaftaran siklus 1446 H/2025 M. Rinciannya dapat berubah — selalu periksa portal resmi sebelum mengunggah berkas.

S1 (Sarjana)

Wajib

  • Ijazah SMA (asli)
  • Transkrip nilai ijazah SMA (asli)
  • Terjemahan ijazah & transkrip ke bahasa Arab
  • Paspor aktif (minimal 1 tahun)
  • Pas foto 4x6 (JPG/PNG)

Pendukung

  • CV
  • SKCK + terjemahan Arab
  • Surat kesehatan + terjemahan Arab
  • Sertifikat bahasa (opsional)
  • Sertifikat tambahan (opsional)

S2 (Magister)

Wajib

  • Ijazah S1/D4 (asli)
  • Transkrip nilai ijazah S1 (asli)
  • Terjemahan ijazah & transkrip ke bahasa Arab
  • Paspor aktif (minimal 1 tahun)
  • Pas foto 4x6

Pendukung

  • CV
  • SKCK + terjemahan Arab
  • Surat kesehatan + terjemahan Arab
  • Sertifikat bahasa (TOEFL/IELTS)
  • CCT (GRE/GMAT)
  • Surat rekomendasi dosen/profesor
  • Statement of purpose

S3 (Doktoral)

Wajib

  • Ijazah S1 & S2 (asli)
  • Transkrip nilai ijazah S1 & S2 (asli)
  • Terjemahan ijazah & transkrip ke bahasa Arab
  • Paspor aktif (minimal 1 tahun)
  • Pas foto 4x6

Pendukung

  • CV
  • SKCK + terjemahan Arab
  • Surat kesehatan + terjemahan Arab
  • Sertifikat bahasa (TOEFL/IELTS)
  • CCT (GRE/GMAT)
  • Surat rekomendasi (wajib, dari profesor)
  • Proposal penelitian
  • Statement of purpose

Semua dokumen berbahasa Indonesia yang diminta dalam bahasa Arab harus diterjemahkan oleh penerjemah resmi. Pastikan paspor, SKCK, dan surat kesehatan masih berlaku, dan pindai dokumen dengan kualitas yang jelas.

Langkah pendaftaran

  1. Periksa persyaratan. Pastikan usia, jenjang, dan statusmu memenuhi syarat yang berlaku pada siklus tahun ini.
  2. Siapkan dokumen. Terjemahkan berkas yang diperlukan lebih dulu — proses ini yang paling sering menghabiskan waktu.
  3. Buat akun di portal resmi. Seluruh pendaftaran dilakukan di studyinsaudi.sa.
  4. Pilih jurusan yang dituju — pada siklus 2026 hingga 25 jurusan dari kampus mana pun — lalu unggah dokumen dan atur urutan prioritasnya.
  5. Pantau status pengajuan melalui portal. Kendala teknis hanya dilayani lewat My Support Tickets di dalam portal.
  6. Setelah dinyatakan diterima, barulah dokumen diproses untuk legalisasi dan pengajuan visa pelajar.

Tutorial pendaftaran

Tim PPMI menyiapkan video tutorial untuk membantu proses pendaftaran. Tautan video dan berkas pendukung lain dikumpulkan di halaman Publikasi, serta dibagikan melalui kanal resmi PPMI.

Waspada akun palsu. Study in Saudi tidak memiliki akun media sosial resmi untuk negara tertentu, termasuk Indonesia. Segala kendala teknis dan pertanyaan pendaftaran hanya dilayani melalui menu My Support Tickets di dalam portal resmi. Jangan percaya pihak luar atau jasa calo yang menjanjikan kelulusan.

Layanan pendampingan pendaftar

Divisi Dana dan Usaha PPMI Arab Saudi membuka layanan penerjemahan dan legalisasi dokumen untuk calon pendaftar:

  • Terjemah berkas dari bahasa Indonesia ke bahasa Arab (juga Inggris, dan bahasa lain).
  • Legalisasi dokumen: Kemenlu, Kemenkumham, Kemenag, Kemendikbud, Disdukcapil, KUA, apostille, hingga KSA.
  • Konsultasi beasiswa Arab Saudi melalui admin.

Layanan ini dikelola pengurus PPMI, bukan pihak ketiga. Hubungi admin melalui WhatsApp. Layanan hanya melayani percakapan WhatsApp — tidak menerima panggilan telepon.

Hubungi admin Danus

Siklus 2026: yang berubah

Tata caranya berubah cukup banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya. Berikut yang paling perlu diperhatikan — disusun dari video tutorial pendaftaran 2026 yang dibuat tim PPMI.

  • Akun lama tidak berlaku lagi. Portal baru memakai sistem baru, jadi pendaftar harus membuat akun baru dari awal — akun tahun sebelumnya tidak bisa dipakai.
  • Pilihan jurusan jauh lebih banyak. Bukan lagi tiga kampus, melainkan hingga 25 jurusan dari kampus mana pun. Kampusnya sendiri tidak dibatasi.
  • Bisa dua jenjang sekaligus. Misalnya mengajukan S1 (mengulang) dan S2 dalam satu pengajuan.
  • Pilihan bisa diubah sampai tenggat. Urutan prioritas bisa digeser (paling diutamakan di atas), dan semuanya masih dapat diedit selama masa pendaftaran belum ditutup. Pada siklus 2026 masa itu berlangsung 19 April – 21 Mei 2026.
  • Nama pada akun menentukan kelancaran visa. Portal meminta dua kolom saja — nama depan beserta nama tengah, dan nama belakang. Semuanya harus persis seperti paspor.

Ketentuan berkas yang diminta portal

  • Pas foto 4×6 — format PNG atau JPG, maksimal 2 MB, latar putih, wajah terlihat jelas. PDF tidak diterima untuk foto.
  • Ijazah dan transkrip — disarankan PDF, maksimal 10 MB. Unggah versi terjemahan lebih dulu, lalu dokumen aslinya di halaman berikutnya.
  • Paspor — boleh difoto dengan ponsel (JPG/JPEG/PNG).
  • SKCK dan surat kesehatan — cukup yang sederhana untuk mendaftar, tetapi wajib diterjemahkan ke bahasa Arab. SKCK Mabes Polri (internasional) baru diperlukan saat pengajuan visa.

Yang sering keliru

  • Jenis kelamin menentukan pilihan kampus. Kampus khusus laki-laki (misalnya Universitas Islam Madinah) tidak akan muncul bagi pendaftar perempuan, dan sebaliknya kampus khusus perempuan tidak muncul bagi pendaftar laki-laki.
  • Penghasilan tahunan diisi dalam Riyal Saudi (SAR), bukan dolar — supaya penghasilan kecil tidak terbaca sebagai “tidak berpenghasilan”.
  • Pastikan programnya berstatus beasiswa penuh (full scholarship). Ada program yang hanya terbuka bagi warga negara Arab Saudi.
  • Konsisten satu bahasa — kalau memakai bahasa Inggris sejak awal, lanjutkan bahasa Inggris sampai CV dan berkas lain; begitu pula bila memakai bahasa Arab.
  • Email sangat menentukan. Semua pemberitahuan penerimaan dan visa dikirim lewat email — periksa juga folder spam saat menunggu tautan aktivasi akun.

Catatan: tanya-jawab di bagian bawah halaman ini disusun untuk siklus 1446 H/2025 M. Beberapa jawabannya sudah berubah pada siklus 2026 — misalnya soal akun lama dan jumlah pilihan jurusan. Bila kedua bagian berbeda, ikuti bagian “Siklus 2026” ini dan portal resminya.

Video tutorial pendaftaran

Tim PPMI menyiapkan video tutorial langkah demi langkah untuk pendaftaran tahun 2026, mulai dari membuat akun di portal sampai mengunggah dokumen.

Video ini dapat juga dibuka langsung di YouTube PPMI Saudi TV. Pemutaran video memuat layanan YouTube.

Pertanyaan umum

36 pertanyaan yang paling sering diajukan calon pendaftar. Klik pertanyaan untuk membuka jawabannya — semuanya bisa dibaca di halaman ini, tanpa mengunduh berkas.

  1. 1Apakah dokumen hasil terjemahan harus dilegalisasi (apostille) sebelum pendaftaran

    Tidak perlu. Legalisasi atau apostille dokumen hanya diperlukan setelah pendaftar dinyatakan diterima dan memasuki tahap pengajuan visa. Saat pendaftaran awal, cukup menerjemahkan dokumen berbahasa Indonesia ke dalam Bahasa Arab.

  2. 2Jika sudah pernah mendaftar tahun sebelumnya, apakah harus membuat akun baru

    Tidak perlu. Akun lama yang menggunakan email dan nomor paspor yang sama masih dapat digunakan. Kecuali jika sudah dinyatakan diterima (maqbul) final di salah satu kampus, akun akan otomatis terkunci.

  3. 3Kapan passport harus dibuat

    Sebelum atau sesudah diterima? Passport wajib dibuat sebelum pendaftaran. Pastikan juga menyiapkan surat pengantar dari sekolah/lembaga untuk proses pembuatan passport dan berpakaian sopan saat ke kantor imigrasi.

  4. 4Apakah lulusan kampus luar Saudi bisa mendaftar Pascasarjana di Arab Saudi

    Sangat bisa. Mayoritas mahasiswa Indonesia program S2/S3 di Arab Saudi berasal dari universitas luar Saudi, seperti Indonesia.

  5. 5Dokumen apa saja yang perlu diterjemahkan

    Semua dokumen yang memiliki kolom bahasa arabnya harus diterjemahkan ke Bahasa Arab. Dokumen yang sudah berbahasa Arab tidak perlu diterjemahkan ulang. Passport adalah pengecualian.

  6. 6Kalau dokumen asli sudah berbahasa Arab, bagaimana cara mengunggahnya

    Gunakan file yang sama untuk diunggah pada kolom dokumen asli dan kolom terjemahan.

  7. 7Apakah boleh menerjemahkan dokumen sendiri

    Tidak. Hanya dua pihak yang sah: lembaga resmi yang menerbitkan dokumen dalam Bahasa Arab, atau penerjemah tersumpah.

  8. 8Bagaimana jika Surat Rekomendasi asli sudah dalam Bahasa Arab

    Unggah file yang sama untuk kolom "Asli" dan "Terjemahan". Pastikan file dalam format PDF.

  9. 9Apakah SKCK harus diterjemahkan

    Iya, SKCK (dari kepolisian) wajib diterjemahkan ke Bahasa Arab jika dokumen aslinya belum berbahasa Arab.

  10. 10Bagaimana membuat SKCK jika tidak berada di domisili KTP

    Bisa menggunakan SKCK Mabes Polri di Jakarta (tidak perlu sesuai domisili). Atau proses via perwakilan keluarga dengan rumus 3 jari dikirimkan ke domisili.

  11. 11Dokumen apa yang punya masa berlaku dan harus diperhatikan

    Passport (minimal masih berlaku 1 tahun), SKCK (tidak kedaluwarsa), dan Surat Kesehatan (maksimal 6 bulan dari tanggal penerbitan).

  12. 12Apakah Surat Kesehatan harus Medical Check Up lengkap

    Tidak perlu saat pendaftaran. Surat sehat sederhana dari puskesmas, klinik, atau RS sudah cukup. Medical Check Up lengkap dilakukan setelah dinyatakan diterima.

  13. 13Untuk lulusan SMA sederajat, transkrip nilai yang mana yang digunakan

    Gunakan nilai yang tercantum di belakang ijazah, bukan dari rapor.

  14. 14Kalau memilih 3 kampus, surat rekomendasi harus bagaimana

    Surat rekomendasi sebaiknya tidak menyebutkan nama kampus tertentu. Cukup menulis tujuan umum "melanjutkan pendidikan di Arab Saudi".

  15. 15Pada pendaftaran S2/S3, kenapa harus melampirkan Ijazah SMA

    Betul, untuk Pascasarjana di Arab Saudi, selain ijazah S1/S2, ijazah SMA dan terjemahan resminya juga wajib dilampirkan.

  16. 16Apakah pendaftar putri harus melampirkan dokumen mahram

    Tidak. Pada pendaftaran di portal "Study in Saudi", dokumen mahram tidak menjadi syarat bagi pendaftar putri.

  17. 17Adakah program persiapan Bahasa Arab dan Inggris untuk S2/S3

    Tidak ada. Pendaftar Pascasarjana wajib sudah fasih Bahasa Arab untuk ilmu-ilmu sosial dan agama, atau Bahasa Inggris untuk bidang ilmu terapan.

  18. 18Apakah jurusan S2/S3 harus linear dengan jurusan sebelumnya

    Ya. Pendaftaran program Pascasarjana di Arab Saudi mewajibkan linearitas bidang studi.

  19. 19Apa itu Statement of Purpose (SoP) dan bagaimana membuatnya

    Statement of Purpose adalah esai yang berisi latar belakang pendidikan, tujuan studi, alasan memilih universitas, dan rencana masa depan. SoP menunjukkan kepribadian dan motivasi akademikmu.

  20. 20Apa itu Cognitive Competencies Test (CCT) dan apakah wajib

    Cognitive Competencies Test (CCT adalah tes bakat khusus seperti GRE General Test dan GMAT. Biasanya disyaratkan untuk pendaftar S2/S3, dokumen ini hanya opsional dan tidak wajib.

  21. 21Apakah menggunakan jasa pendaftaran berbayar meningkatkan peluang diterima

    Tidak. Pendaftaran ke universitas Saudi gratis dan harus dilakukan mandiri. Agen berbayar tidak memiliki hubungan resmi dan tidak meningkatkan peluang penerimaan.

  22. 22Apakah semua dokumen harus dalam satu file PDF

    Untuk upload di platform Study in Saudi, setiap jenis dokumen biasanya diminta satu file PDF saja per kategori (misal semua surat rekomendasi digabung jadi satu file PDF).

  23. 23Dimana SKCK harus dibuat

    Apa tujuan pembuatannya? SKCK dibuat di kepolisian sesuai domisili KTP. Tujuan pembuatan SKCK: cukup ditulis “Melanjutkan Pendidikan” (tidak perlu menyebutkan “luar negeri” agar proses lebih mudah). Jika SKCK terlanjur bertuliskan “tidak untuk luar negeri”, tetap bisa dipakai untuk tahap pendaftaran. Untuk visa nanti, mungkin perlu buat SKCK baru (khusus luar negeri).

  24. 24Apakah boleh mendaftar menggunakan SKL (Surat Keterangan Lulus)

    Saat ini, belum ada pemberitahuan resmi dari portal StudyInSaudi yang memperbolehkan pendaftaran menggunakan SKL. Secara umum, Ijazah Asli disyaratkan sebagai dokumen wajib pada saat pendaftaran. Karena itu, sangat disarankan untuk tetap menggunakan Ijazah Asli agar proses berjalan lancar.

  25. 25Apakah benar syarat nilai minimal harus 90 ke atas

    Tidak ada pernyataan secara resmi bahwa nilai akhir minimal 90/100 (SMA, S1, atau S2). Namun, banyak juga universitas yang tetap mempertimbangkan nilai di bawah itu, tergantung kuota dan jalur yang dipilih. Penting untuk tetap mendaftar meskipun nilai tidak mencapai 90, karena proses seleksi tidak hanya berdasarkan nilai akademik.

  26. 26Jika dokumen asli sudah dalam Bahasa Arab, perlu diterjemahkan lagi

    Tidak perlu, alau Ijazah, Transkrip Nilai, Surat Rekomendasi, atau Surat Sehat sudah diterbitkan langsung dalam Bahasa Arab, cukup upload dokumen itu saja di kolom Asli dan Terjemahan.

  27. 27Apakah dokumen terjemahan wajib dilegalisir (apostille) saat pendaftaran

    Tidak wajib saat tahap pendaftaran. Apostille baru dibutuhkan setelah dinyatakan diterima dan saat proses visa.

  28. 28Bagaimana jika pendaftar sudah lulus lama dan kesulitan membuat SKKB (Surat Keterangan Kelakuan Baik) dari sekolah

    Bisa digantikan dengan SKKB dari instansi tempat bekerja, mengajar, atau organisasi resmi yang diikuti saat ini. Pastikan tetap diterjemahkan ke Bahasa Arab melalui penerjemah tersumpah.

  29. 29Apakah kampus di Arab Saudi menyediakan program persiapan Bahasa Arab untuk S1

    Iya. Sebagian besar kampus negeri menyediakan program persiapan Bahasa Arab maksimal 2 tahun. Namun, ada kampus yang tidak menyediakan program persiapan seperti Universitas Taibah, Universitas Najran, dan Universitas Majma’ah.

  30. 30Apakah tersedia program beasiswa untuk S2 dan S3 juga

    Iya, Portal StudyInSaudi membuka program beasiswa untuk semua jenjang: S1, S2, dan S3.

  31. 31Apakah seluruh kampus menerima pendaftar perempuan

    Bisa, kecuali Islamic University of Madinah (UIM) yang memang khusus untuk laki-laki. Kampus lain seperti King Abdulaziz University (KAU), King Saud University (KSU), Princess Nourah University (PNU), Qassim University, Umm Al-Qura University (UQU), dan lainnya sudah menerima mahasiswi Indonesia.

  32. 32Apakah Study In Saudi hanya sekali buka dalam setahun

    Iya, biasanya hanya dibuka satu kali setahun, tergantung kalender akademik Saudi. Pembukaan pendaftaran biasanya antara semester awal atau akhir tahun.

  33. 33Apakah yang sudah maqbul mabdai perlu daftar ulang

    Tidak perlu, pendaftar cukup menunggu perubahan status menjadi maqbul nihai (diterima final), tanpa perlu daftar ulang.

  34. 34Apakah pendaftar maqbul mabdai sudah pasti diterima

    Belum 100%. Status maqbul mabdai berarti diterima awal oleh kampus, tapi masih harus melewati verifikasi dari Kementerian Pendidikan Arab Saudi dan penerbitan visa belajar.

  35. 35Apakah perlu Medical Check-Up lengkap untuk Surat Kesehatan

    Tidak perlu, untuk pendaftaran cukup menggunakan Surat Keterangan Sehat sederhana dari puskesmas, klinik, atau dokter umum. Medical Check-Up lengkap (termasuk tes penyakit menular) baru akan dibutuhkan setelah diterima untuk keperluan visa.

  36. 36Jika pendaftaran sudah disubmit, apakah bisa diedit

    Bisa, setelah submit, data diri dan dokumen masih dapat diubah setelah submit, selama kampus belum memproses atau menolak pengajuan kamu